About Us

 

Sejarah BBKPM

Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Bandung didirikan tahun 1952 dengan nama BP5 (Balai Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Paru-paru ) dengan tujuan sebagai pusat pemberantasan penyakit Tuberculosis. Saat itu, BP5 menempati gedung di jalan Ir. H. Djuanda 45 kemudian pindah ke Jl. Pasir kaliki No. 121. Pada tahun 1954, masih dengan nama BP5 pindah ke Jl. Cibadak No. 214 sampai sekarang. Pada tahun 1974, BP5 berganti nama menjadi BP4 (Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru). BP4 berada di bawah Direktoral Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Sub Direktorat Kesehatan Institusi sebagai Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pengobatan Penyakit Paru-paru. BP4 Bandung membawahi 2 cabang yaitu BP4 Garut dan BP4 Cianjur.

Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan paru masyarakat, pada tanggal 14 September 2005, berdasarkan SK Menkes No.1352/MENKES/PER/IX/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengobatan Penyakit Paru-paru Bandung ditingkatkan fungsinya menjadi Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) dengan tetap membawahi BP4 Garut dan BP4 Cianjur.

 

Pengembangan struktur organisasi menuntut juga pengembangan pelayanan. Penambahan kata masyarakat mengisyaratkan pelayanan yang berbasis masyarakat. Jika sebelumnya persentasi pelayanan kuratif dan promotif serta preventif berbanding sekitar 70% kuratif dan 30 % promotif serta preventif, maka sekarang perbandingan tersebut menjadi 70% promotif dan preventif serta 30 % kuratif. Dengan perubahan mendasar seperti ini, BKPM kemudian lebih banyak merencanakan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan kesehatan paru masyarakat untuk tujuan perubahan perilaku kesehatan sebagai bagian dari proses pencegahan terhadap penyakit. Konsekuensi lain, BKPM sebagai institusi pelayanan kesehatan harus peka menangkap kebutuhan kesehatan masyarakat. Maka pengembangan jenis pelayanan baru sesuai kebutuhan yang berkembang dio masyarakat menjadi wajib. Meningkatnya infeksi HIV-AIDS terkait Tuberkulosis di respon segera oleh BKPM Bandung dengan membuka Klinik VCT (Voluntary, Conseling and Testing) yaitu Klinik Konsultasi untuk membantu mereka yang ingin mengetahui status HIV-nya. Klinik ini mulai menerima klien pada Bulan Maret 2006.

 

Paru

 

Satu jenis pelayanan baru yang direncanakan akan dibuka pada Bulan Juli 2007 adalah Klinik Konsultasi Berhenti Merokok. Klinik ini terutama diperuntukkan bagi mereka yang berkeinginan berhenti merokok tetapi mengalami kesulitan.

Menjadi Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Perubahan status Balai Kesehatan Paru Masyarakat Bandung (BKPM) masih terus berlanjut. Pada Bulan April 2007, melalui Peraturan Menteri Kesehatan 532/MENKES/PER/IV/2007 Balai Kesehatan Paru Masyarakat Bandung berubah menjadi menjadi Balai Besar Kesehatan Eselon lembaga berubah menjadi Eselon II B.

 

Visi dan Misi

 

Visi

BBKPM Bandung sebagai pusat pelayanan prima kesehatan paru masyarakat.

 

Misi

  • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan paru masyarakat
  • Meningkatkan keterjangkauan, pemerataan dan kesetaraan pelayanan kesehatan paru masyarakat
  • Memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat dan mandiri
  • Menjalin kemitraan dalam pengembangan kesehatan paru masyarakat
  • Menerapkan prinsip kepemerintahan yang baik dalam pengelolaan kesehatan paru masyarakat